FAKTA
DAN OPINI
Alfiarany
Choirun Nisa/B95219085
A. PENDAHULUAN
Dalam membaca sebuah informasi, pastinya kita mendapatkan sebuah hal baru dengan membaca kalimat kalimat dari seorang penulis,. Apalagi jika dilihat dalam keadaan seperti ini media telah berkembang pesat, sehingga informasi dapat dengan mudah kita terima. Dengan informasi yang kita dapatkan itu, kita harus memilah dengan baik apa yang kita baca.
Dalam sebuah informasi, fakta dan opini sulit untuk dipisahkan karena keduanya saling melengkapi. Dalam sebuah informasi fakta ditulis merupakan kejadian yang nyata dan sungguh terjadi, dan diketahui banyak orang. Sedangkan opini biasanya gagasan atau pendapat yang dikemukakan yang bersifat subjektif.
B. ISI
1. Pengertian Fakta
Fakta adalah kebenaran dalam bentuk pernyataan yang tidak dapat dibantah menurut bahasa Indonesia. Dalam arti KBBI, fakta adalah keadaan atau hal yang merupakan sesuatu yang benar benar terjadi dan nyata. Pernyataan yang dimaksud dalam kalimat pertama adalah berupa kalimat yang ditulis berdasarkan kenyataan, peristiwa atau keadaan yang benar benar terjadi secara objektif atau dapat ditangkap dengan indera sehingga kebenarannya bisa dipastikan.[1]
Dalam sebuah fakta harus menyajikan beberapa hal, di antaranya adalah kalimat yang berupa kata kata ditulis denga napa adanya sesuai kejadian yang terjadi, tidak ditambahi maupun dikurangi. Hal ini merupakan peristiwa atau kadaan yang telah terjadi dan kebenarannya tidak diragukan.
Terdapat beberapa jenis fakta yaitu fakta umum dan fakta khusus. Fakta umum merupakan fakta yang kebenarannya berlaku sepanjang zaman dari dulu sampai sekarang. Sedangkan fakta khusus adalah sebuah kebenaran yang berlaku dalam suatu periode tertentu, jadi tidak berlaku selamanya.
Ciri-ciri fakta terdapat untuk mengetahui sebuah kebenaran. Yaitu [2]:
a. Kebenarannya dapat dibuktikan
b. Data yang ada adalah akurat, misalnya terdapat tanggal, tempat dan waktu kejadian
c. Narasumber yang didapat dipercaya dalam segala perkataannya
d. Sifatnya objektif tidak dibuat buat dan dilengkapi dengan data berupa keterangan atau angka yang menggambarkan suatu keadaan.
e. Menunjukkan peristiwa yang telah terjadi dan dapat menjawab apa, siapa, dimana, kapan dan berapa dengan jawaban yang meyakinkan dan pasti, kenyataan.
Fakta juga memiliki tujuan yaitu untuk menyajikan sebuah informasi atau peristiwa kepada pembaca, dimana di dalamnya fakta yang terjadi tidak ditambahi maupun dikurangi atau dengan apa adanya. Bahasa yang digunakan dalam fakta adalah bahasa yang sederhana dan jelas bagi pembacanya. Dan fakta banyak dimuat dalam tulisan dengan fokus pada ilmu pengetahuan, industry, pemerintahan, profesi, bisnis, dan perusahaan.
2. Pengertian Opini
Opini adalah pandangan atas suatu peristiwa, pikiran, atau pandangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Tulisan opini harus memerhatikan pada suatu kelogisan, dimana ini sedikit lebih rumit daripada bentuk yang lain diperbincangkan.[3] Opini disini adalah pemikiran dan pernyataan yang berisi pendapat. Dimana di dalamnya hasil pemikiran, anggapan, atau perkiraan orang, baik secara individu maupun kelompok. Isi opini tidak berupa khayalan atau pikiran tidak nyata, namun sumbernya adalah fakta dan hasil pemikirannya sangat dipengaruhi unsur pribadi yang subjektif.[4]
Dalam sebuah opini, semua orang berhak untuk memberikan reaksi, kesan, respon dan perasaannya. Opini sendiri merupakan sebuah pendapat relatif dari seseorang yang memuat pendapat pribadi secara subjektif di dalamnya.
Terdapat jenis-jenis opini, yaitu [5]:
a. Opini perorangan, yang merupakan opini yang muncul dari golongan tertentu.
b. Opini umum, yaitu opini yang telah diketahui secara umum di masyarakat.
Pendapat seseorang atau sekelompok mengenai sesuatu hal yang terjadi merupakan bentuk dari opini, untuk mengetahui hal itu terdapat ciri-ciri opini yang harus diketahui, yaitu [6]:
a. Opini tidak dapat dibuktikan kebenarannya, hal ini terbentuk dari pendapat atau arumen dari seseorang.
b. Sifatnya subjektif, dengan uraian pendapat, daran, dan ramalan tentang sebab akibat dari peristiwa.
c. Tidak adanya narasumber dan merupakan pemikiran sendiri Tidak memiliki data yang akurat.
d. Isinya berupa tanggapan atas peristiwa yang terjadi, dan jawaban atas pertanyaan mengapa dan bagaimana.
e. Di dalamnya terdapat peristiwa yang belum atau akan terjadi di amsa depan, sehingga kejadiannya belum pasti dan diawali kata-kata yang menunjukkan sebuah pendapat.
Opini bertujuan untuk mengungkapkan kesan terhadap para pembaca. Misalnya kata kata atau kalimat halus yang bersifat menyindir dan tidak sama sekali menyinggung. Tulisan dalam opini adalah pemilihan yang ingin disampaikan oleh penulis dan kata katanya sesuai dengan apa yang diinginkannya. Bahasa yang digunakan lebih sugestif dan lebih kaya maksud. Banyak opini yang dimuat biasanya di alam cerpen, novel, drama, puisi, cerita pribadi, dan esai.
3. Perbedaan Fakta dan Opini
Membedakan fakta dan opini lebih banyak kesulitan. Untuk mengklaim sebuah fakta sangat sulit jika tidak mengetahui kebenarannya. Jadi cara yang memudahkan adalah melihat ciri-ciri di antara keduanya.
Terdapat ciri antara fakta dan opini secara sifnifikan jika dilihat. Pada fakta isinya merupakan sebuah kebenaran atau kebenaran yang ada di dalamnya yang bisa dibuktikan. Dalam fakta terdapat tanggal, tempat dan waktu kejadian yang jelas, dan didukung oleh seorang naraasumber yang nantinya akan membuktikan kebenarannya, dengan data yang dapat dimuat berupa keterangan atau angka yang menggambarkan keadaan. Karena ini fakta, jadi kebenarannya bisa dipastikan dengan peristiwa yang sudah terjadi dan merupakan sebuah kenyataan dari sebuah kejadian.
Sedangkan pada opini, merupakan sebuah pernyataan yang kebenarannya bersifat subyektif dengan ditambahi sebuah pendapat, saran, dan ramalan tentang sebab akibat atas terjadinya sebuah peristiwa. Berbeda dari fakta, opini tidak memiliki narasumber dan tidak memiliki data yang akurat, menunjukkan peristiwa yang belum terjadi dan akan terjadi di masa yang akan datang, bisa juga disebut dengan rencana atau anganan. Karena opini belum diketahui kebenarannya, biasanaya di dalamnya terdapat “menurut saya”, “sepertinya”, “saya rasa”, dan lain-lain.[7]
Hal yang mudah dimengerti adalah fakta adalah sesuai dengan kenyataan, sedangkan opini tidak sesuai dengan kenyataan tergantung pada keadaan atau sebuah kepentingan jadi perlu ada pembuktian.
Langkah untuk membedakannya sebagai berikut [8] :
a. Membaca isi dari sebuah kalimat yang ada, jika di dalamnya mengandung sebuah kebenaran dan data yang mendukung maka hal itu merupakan sebuah fakta, dan apabila tidak ada bukti dan tidak ada data yang mendukung maka itu merupakan sebuah opini.
b. Keduanya berbeda dari manfaatnya. Dalam sebuah fakta mempunyai manfaat untuk melengkapi sebuah informasi dan menambah pemahaman tentang suatu konsep tertentu, sedangkan opini bermanfaat untuk membantu untuk memahami sesuatu yang diuraikan dalam berita atau laporan.
4. Contoh Kalimat Fakta dan Opini
Setelah dijelaskan pengertian, tujuan, bahasa, hingga ciri-ciri, mungkin kalian sudah mempunyai gambaran tentang bagaimana kalimat yang merupakan fakta atau opini.
a. Kalimat fakta
Berdasarkan jenis fakta, terdapat beberapa contoh kalimat fakta yang merupakan jenis fakta umum dan fakta khusus.
1) Pada garam laut mengandung banyak natrium klorida (alami) tetapi mengandung sedikit mineral. Pada kalimat ini menunjukkan fakta yang kebenarannya berlaku sepanjang dari dulu hingga sekarang, dengan menyebutkan bukti sebuah zat yang alamiah sebagai pendukung.
2) Ibu dari Anita kemarin demam hingga 39 derajat panasnya. Pada kalimat ini adalah kebenaran yang berlaku dalam suatu periode tertentu dan tidak terjadi terus. Pembuktian dengan adanya suhu tubuh yang diukur mencapai angka tertinggi yang menandakan ia sedang demam.
b. Kalimat opini
1) Menurut para ahli, dalam 20 tahun mendatang wilayah hutan Indonesia terancam rusak karena dibukanya lahan baru. Pada kalimat ini merupakan opini hanya dimunculkan oleh golongan tertentu. Misalkan para ahli yang disini mengatakan sebuah pernyataan.
2) Kebiasaan merokok dapat merugikan kesehatan tubuh dan orang lain yang menghirupnya. Pada kalimat ini adalah opini yang telah diketahui secara umum di masyarakat. Dimana rokok memang merugikan dan membahayakan semua orang, mereka tahu tanpa diberi tahu akan hal itu.
C. PENUTUP
Sedangkan opini dapat diartikan sebuah pernyataan dari seseorang yang merupakan sebuah pendapat, pikiran pribadinya. Atau juga bisa disebut gagasan. Kebenarannya bersifat relatif, dan tidak memiliki bukti untuk mendukung kebenarannya biasanya. Berbeda dari fakta, opini tidak memiliki narasumber dan kebanyakan adalah isi dari seseorang pribadi. Untuk membedakan dua hal ini harus dicermati dengan seksama, dengan membandingkan ciri ciri antara fakta dan opini akan terlihat jelas perbedaannya.
[1] Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gramedia Press, 2008), 386
[2] Keleng, Pengantar Ilmu Komunikasi Jilid I Edisi 5, (Jakarta: Erlangga, 2012), 5
[3] Dalman, Keterampilan Membaca, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013), 61
[4] Sulami Sibua, Kemampuan Mengidentifikasi Fakta dan Opini, Jurnal Pendidikan Vol. 14, No. 1, Januari 2016. 357
[5] Keleng, Pengantar Ilmu Komunikasi Jilid I Edisi 5, (Jakarta: Erlangga, 2012), 4
[6] Ibid, 5
[7] Suyono, Patofisiologi Diabetes Melitus dalam Soegondo S, (Jakarta: FKUI, 2007), 158
[8] Adang Heriawan, Model-model Pembelajaran, (Jakarta: Grafindo Persada, 2012), 173
Tidak ada komentar:
Posting Komentar