Jumat, 29 November 2019

PTSB : Meraih Kebahagiaan Melalui Shalat

Buku "60 Menit Terapi Shalat Bahagia" karya Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag


[Sabtu, 28/11/2019] diselenggarakan PTSB yang bertempat di Kun Yaquta, Surabaya. Acara ini diselenggarakan sebagai Kuliah Wada’ mahasiswa/i Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, khususnya mahasiswa/i Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag yang terdiri dari prodi Ilmu Komunikasi, Manajemen Dakwah, Bimbingan dan Konseling Islam, Komunikasi Penyiaran Islam, dan mahasiswa/i pasca sebagai kewajiban untuk kuliah terakhir, disana mahasiswa/i memakai jas almamater kampus. Dapat diketahui PTSB (Pendalaman Terapi Shalat Bahagia) ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag selaku guru besar di UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus penulis dari judul buku yang sama, yaitu 60 Menit Terapi Shalat Bahagia yang bukunya sudah terkenal dan tersebar ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri.
Saat pertama kali datang, mahasiswa/i diberikan buku panduan PTSB (Pendalaman Terapi Shalat Bahagia) agar lebih mudah untuk menangkap materi yang akan disampaikan. Acara ini dimulai pada pukul 06:30 WIB yang siap diikuti oleh semua mahasiswa/i di tempat dengan barisan yang rapi dan tertib. Pertama-tama acara dibuka dengan membaca doa al-Fatihah oleh seluruh mahasiswa/i yang akan mengikuti PTSB agar dilancarkan, lalu dilanjutkan dengan menampilkan testimoni-testimoni dari dalam negeri maupun luar negeri yang berhasil menerapkan hasil dari PTSB agar dimaksudkan menjadi penyemangat dan motivasi untuk mahasiswa/i. serta kota-kota dan negara yang pernah disambangi untuk PTSB. Selanjutnya ditampilkan video profil dosen besar yang akan membimbing jalannya acara ini yaitu Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag dan kemudian acara pun dimulai.

Pemberian Materi oleh Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag

Prof. Ali sendiri menekankan pada mahasiswa/i-nya agar dalam menjalani kehidupan jangan pernah mengeluh kepada Allah, karena hal itu akan membuat Allah sendiri merasa malas untuk mengurusi umatnya seperti itu. Beliau mengatakan hadis ini adalah hadis yang menyeramkan, karena sangat membuat kita khawatir jika itu terjadi, dituliskan bahwa:
Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku, maka hendaknya ia segera mencari Tuhan selain Aku.’’ (HQR. At Thabrany)
“Barangsiapa tidak beriman pada takdir-Ku, enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan mengurusinya lagi.” (HQR. Abu Ya’la)
Hadis tersebut senantiasa mengingatkan bahwa sebagai manusia harus senang ketika menerima takdir, baik takdir yang enak atau tidak enak, sebab yang tahu baik buruknya bagi diri kita sendiri adalah sang pencipta, yaitu Allah SWT. Sebab rencana Allah lebih baik dari rencana manusia. Oleh karena itu kita tidak boleh mengeluh, namun kita dapat bercerita kepada Allah melalui shalat. Sebelumnya, mahasiswa/i dianjurkan untuk menuliskan sesuatu di kertas untuk dibawa saat PTSP, di antaranya orang yang paling berjasa, orang yang paling menyakitkan hati, dosa yang pernah dilakukan, nikmat yang pernah diperoleh sejak hidup, dan masalah menyedihkan/mengganggu selama hidup. Hal ini dimaksudkan untuk lebih merencanakan apa yang ingin kita minta kepada Allah SWT sebagai umatnya. Di dalam PSTB juga diterangkan bahwa ketika manusia berdoa kepada Allah hendaknya doa dengan ikhlas, dan tidak berpikiran bahwa doanya langsung dikabulkan, sebab syarat-syarat doa salah satunya adalah berhenti mengeluh dan doa tidak langsung dikabulkan sebab Allah SWT yang paling tahu pasti kapan waktu yang tepat untuk Ia mengabulkan semua permintaan umatnya.
Dalam PTSB ditekankan bahwa tujuan shalat adalah kokohnya pemikiran T2Q (tawakal, tumakninah dan qona’ah), dengan begitu insyaAllah shalat kita akan bahagia. Dalam PTSB ini kita diajarkan untuk shalat dengan gerakan yang tepat, sebab masih banyak di antara mahasiswa/i kurang tepat dalam gerakan maupun posisi shalatnya. Mahasiswa/i dibimbing dengan pelan pelan oleh Prof. Ali bagaimana caranya shalat yang benar. Disini beliau berkata Terapi Shalat Bahagia hanya dilakukan saat shalat sendirian bukan jamaah, karena dapat memakan waktu yang lama. Terapi Shalat Bahagia ini adalah hal yang sangat intens sebagai waktu individu sebagai umat muslim untuk mempunyai waktu bersama Allah SWT melalui shalat.
Dalam PTSB yang diadakan di Surabaya ini, diajarkan satu persatu step untuk melakukan Shalat Bahagia, dengan doa yang biasa dilakukan ketika shalat serta doa-doa khusus yang ada dalam buku ‘’60 Menit Terapi Shalat Bahagia’’. Pada doa dalam buku PTSB hanya boleh dilakukan di dalam hati, tidak boleh diucapkan langsung oleh mulut karena dapat membatalkan shalat.
1.      Berdiri : Dengan kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman) dalam posisi ini ditekankan pada renungan rasa syukur, nikmat dan iman. Disini kita minta diberi bimbingan untuk tetap berjalan di jalan yang benar. Untuk tambahan, diselipkan juga terima kasih atas nikmat yang diberikan selama hidup yang sudah tertulis di kertas, tulisan tersebut dapat dibaca/disampaikan pada posisi ini.
2.      Rukuk : Kata kuncinya adalah TURUT (Tunduk, Menurut) posisi ini Prof. Ali menekankan bahwa kita harus benar-benar dalam keadaan yang tunduk dan tidak takut mati, disini bukanlah meminta untuk mati namun rasa tidak takut mati karena Allah SWT. karena Ia lah sang pemberi kehidupan yang mengatur kapan kita hidup dan mati. Dalam TURUT merenungkan tentang pengampunan dosa, masalah, dan harapan bahwa Allah SWT. tidak akan meninggalkan umatnya dan pasti akan menolong. Dengan rasa pasrah menyerahkan semua masalah, kita harus berada dalam rasa ikhlas saat Allah memberikan keputusan apapun. Dalam posisi rukuk, kita hanyalah umat Allah yang rendah, bukan orang yang terhormat, kaya atau penting. Di hadapan-Nya hanyalah makhluk yang rendah.
3.      I’tidal : Dengan kata kunci HADIR (Hak pujian, Takdir) Dalam HADIR renungan yang terdapat di dalamnya pujian kepada Allah, percaya bahwa takdir adalah kehendak Allah dan kita sebagai umatnya hanya dapat ridla dan ikhlas. Dan terhindar dari rasa ingin dihormati, dan mengharap kesabaran atas masalah di hidup.
4.      Sujud : Dengan kata kunci MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan raga) dalam posisi sujud, posisi ini adalah yang paling emosional karena kita sebagai umat muslim benar-benar rendah di hadapan Allah. Renungan dalam posisi ini adalah memohon pengampunan atas dosa diri sendiri, bapak-ibu dan keluarga lainnya. Serta memohon agar disinari hari, lidah, mata, dan telingga agar selalu berbuat baik. Dalam posisi ini juga dapat ditambah dengan cerita masalah-masalah pribadi kepada Allah dengan berharap pertolongannya.
5.      Duduk Antara Dua Sujud : AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman) sebagai kata kunci untu renungan dalam posisi ini. Memohon ampunan, kasih sayang, sejahtera, dan keimanan kepada Allah SWT, memohon agar diberi rezeki dan sabar dalam menghadapi apapun cobaan yang diberikan.
6.      Tasyahud : SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakal), berdoa agar diberi kekuatan untuk senantiasa dapat menyontoh akhlak Nabi Muhammad SAW. bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT. Disini kita menyerahkan hidup dan mati, sehat dan sakit, kaya dan miskin dan persoalan kepada-Nya. Dalam posisi ini juga dapat ditambahkan renungan dari posisi rukuk serta beberapa masalah dan harapan.
Dalam PTSB mahasiswa/i diberi pemahaman bagaimana cara shalat yang benar-benar seperti waktu seorang umat yang menghadap ke Allah SWT. dengan memasrahkan segala urusan, masalah, maupun penyakit kepada-Nya agar dapat dibantu untuk mengatasinya. Dan kata kunci yang berbentuk singkatan tersebut mempermudah untuk dihafalkan inti dari renungan setiap posisi saat shalat.
            Setelah mempelajari lewat teori, mahasiswa/i diarahkan untuk praktik langsung Terapi Shalat Bahagia dengan membentuk shaf  masing-masing laki-laki dan perempuan di tempat. Dengan urut melakukan tahapan-tahapan shalat beserta doa dan renungan sambil membawa buku panduan untuk yang pertama kali, sedangkan untuk percobaan praktik yang kedua diminta untuk mencoba tidak melihat buku panduan. Melakukannya bersama-sama membuatnya lebih menyenangkan, kiita dituntun untuk mempraktikkan mulai dari SUBHAN, TURUT, HADIR, MASJID, AKSI, dan SOSIAL.
            Setelah pembelajaran teori dan praktik, dalam PTSB ini juga diadakan renungan dimana mahasiswa/i diberi kata-kata tentang kehidupan dan tidak sedikit dari mereka yang mulai menangis saat membicarakan tentang keluarganya. Dimaksudkan agar mahasiswa/i ini mendapatkan semangat untuk lebih berprestasi di perkuliahan sebab orang tua mereka sangat bekerja keras demi pendidikan anak-anaknya.
            Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag mengatakan untuk menerapkan Terapi Shalat Bahagia tidak mungkin langsung dapat mempraktikkan semuanya, karena pasti ada proses. Beliau mengatakan tidak apa-apa untuk belajar secara pelan-pelan dan bertahap, dengan cara mencicil satu tahapan, dengan menghafalkan renungan dalam satu tahapan, setelah hafal, boleh dilanjutkan dengan tahapan-tahapan lain hingga hafal semua tahapan dan renungannya. Beliau memberikan saran kepada mahasiswa/i untuk lebih mudah menghafalkan yaitu dengan cara membawa kertas fotocopy untuk dibawa kemana-mana, untuk dibaca agar lebih cepat hafal.
            Saat mengikuti PTSB ini memberikan banyak pengalaman berharga yang belum didapatkan, PTSB ini adalah kesempatan yang tidak datang dua kali, dan sangatlah jarang karena dipandu langsung oleh Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag ketika di luar sana mengikutinya harus membayar, kita sebagai mahasiwa/i beliau tidak dipungut biaya karena kita rasa beliau ingin membimbing anak didiknya agar melakukan shalat dengan bahagia. Mungkin dalam kehidupan tidak semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan kita secara tidak sadar mengeluh atas apa yang terjadi dalam hidup kita. Namun, itu adalah hal yang kurang tepat, karena sejatinya masalah atau cobaan yang menimpa setiap manusia itu sudah diatur oleh Allah dan Ia-lah yang tau terbaik bagi umatnya.
            Pernahkan kita mengalami masalah yang tidak pernah putus dan selalu membelit kita sehingga menimbulkan penyakit baik penyakit hati maupun fisik? Dengan PTSB ini kita diajari untuk tidak mengeluh atas masalah atau cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. namun bercerita kepada Allah atas itu  dengan cara shalat. Dengan cara shalat dan menambah dengan renungan-renungan yang ditulis di buku ‘’Terapi Shalat Bahagia’’ kita merasa lebih dekat dan berkomunikasi baik dengan sang pencipta.
E3 Prodi Ilmu Komunikasi bersama Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag dan Tim Dosen

            Setelah acara selesai terdapat sesi foto untuk mengenang hari ini yang telah diselenggarakan PTSB dengan Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag serta tim dosen yaitu Ati’ Nusyafa’ah M.Kom.I dan Baiti Rahmawati S.Kom.I . dengan ini berakhirlah PTSB (Pendalaman Terapi Shalat Bahagia).




Ditulis Oleh : ALFIARANY CHOIRUN NISA (B95219085)
ILMU KOMUNIKASI / E3

MINI BOOK - MEDIA DAN KRITIK SOSIAL