| Buku "60 Menit Terapi Shalat Bahagia" karya Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag |
[Sabtu,
28/11/2019] diselenggarakan PTSB yang bertempat di Kun Yaquta, Surabaya. Acara
ini diselenggarakan sebagai Kuliah Wada’ mahasiswa/i Fakultas Dakwah dan
Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, khususnya mahasiswa/i Prof. Dr. M. Ali
Aziz, M.Ag yang terdiri dari prodi Ilmu Komunikasi, Manajemen Dakwah, Bimbingan
dan Konseling Islam, Komunikasi Penyiaran Islam, dan mahasiswa/i pasca sebagai
kewajiban untuk kuliah terakhir, disana mahasiswa/i memakai jas almamater
kampus. Dapat diketahui PTSB (Pendalaman Terapi Shalat Bahagia) ini dipimpin
langsung oleh Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag selaku guru besar di UIN Sunan Ampel
Surabaya sekaligus penulis dari judul buku yang sama, yaitu 60 Menit Terapi
Shalat Bahagia yang bukunya sudah terkenal dan tersebar ke seluruh Indonesia
bahkan ke luar negeri.
Saat
pertama kali datang, mahasiswa/i diberikan buku panduan PTSB (Pendalaman Terapi
Shalat Bahagia) agar lebih mudah untuk menangkap materi yang akan disampaikan. Acara
ini dimulai pada pukul 06:30 WIB yang siap diikuti oleh semua mahasiswa/i di
tempat dengan barisan yang rapi dan tertib. Pertama-tama acara dibuka dengan membaca
doa al-Fatihah oleh seluruh mahasiswa/i yang akan mengikuti PTSB agar
dilancarkan, lalu dilanjutkan dengan menampilkan testimoni-testimoni dari dalam
negeri maupun luar negeri yang berhasil menerapkan hasil dari PTSB agar
dimaksudkan menjadi penyemangat dan motivasi untuk mahasiswa/i. serta kota-kota
dan negara yang pernah disambangi untuk PTSB. Selanjutnya ditampilkan video
profil dosen besar yang akan membimbing jalannya acara ini yaitu Prof. Dr. M.
Ali Aziz, M.Ag dan kemudian acara pun dimulai.
![]() |
| Pemberian Materi oleh Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag |
Prof.
Ali sendiri menekankan pada mahasiswa/i-nya agar dalam menjalani kehidupan
jangan pernah mengeluh kepada Allah, karena hal itu akan membuat Allah sendiri
merasa malas untuk mengurusi umatnya seperti itu. Beliau mengatakan hadis ini
adalah hadis yang menyeramkan, karena sangat membuat kita khawatir jika itu
terjadi, dituliskan bahwa:
Allah
SWT berfirman:
“Barangsiapa
tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku, maka hendaknya ia segera mencari
Tuhan selain Aku.’’ (HQR. At Thabrany)
“Barangsiapa
tidak beriman pada takdir-Ku, enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan
mengurusinya lagi.” (HQR. Abu Ya’la)
Hadis
tersebut senantiasa mengingatkan bahwa sebagai manusia harus senang ketika
menerima takdir, baik takdir yang enak atau tidak enak, sebab yang tahu baik
buruknya bagi diri kita sendiri adalah sang pencipta, yaitu Allah SWT. Sebab
rencana Allah lebih baik dari rencana manusia. Oleh karena itu kita tidak boleh
mengeluh, namun kita dapat bercerita kepada Allah melalui shalat. Sebelumnya,
mahasiswa/i dianjurkan untuk menuliskan sesuatu di kertas untuk dibawa saat
PTSP, di antaranya orang yang paling berjasa, orang yang paling menyakitkan
hati, dosa yang pernah dilakukan, nikmat yang pernah diperoleh sejak hidup, dan
masalah menyedihkan/mengganggu selama hidup. Hal ini dimaksudkan untuk lebih
merencanakan apa yang ingin kita minta kepada Allah SWT sebagai umatnya. Di
dalam PSTB juga diterangkan bahwa ketika manusia berdoa kepada Allah hendaknya
doa dengan ikhlas, dan tidak berpikiran bahwa doanya langsung dikabulkan, sebab
syarat-syarat doa salah satunya adalah berhenti mengeluh dan doa tidak langsung
dikabulkan sebab Allah SWT yang paling tahu pasti kapan waktu yang tepat untuk
Ia mengabulkan semua permintaan umatnya.
Dalam
PTSB ditekankan bahwa tujuan shalat adalah kokohnya pemikiran T2Q (tawakal,
tumakninah dan qona’ah), dengan begitu insyaAllah shalat kita akan
bahagia. Dalam PTSB ini kita diajarkan untuk shalat dengan gerakan yang tepat,
sebab masih banyak di antara mahasiswa/i kurang tepat dalam gerakan maupun
posisi shalatnya. Mahasiswa/i dibimbing dengan pelan pelan oleh Prof. Ali
bagaimana caranya shalat yang benar. Disini beliau berkata Terapi Shalat
Bahagia hanya dilakukan saat shalat sendirian bukan jamaah, karena dapat
memakan waktu yang lama. Terapi Shalat Bahagia ini adalah hal yang sangat
intens sebagai waktu individu sebagai umat muslim untuk mempunyai waktu bersama
Allah SWT melalui shalat.
Dalam
PTSB yang diadakan di Surabaya ini, diajarkan satu persatu step untuk
melakukan Shalat Bahagia, dengan doa yang biasa dilakukan ketika shalat serta
doa-doa khusus yang ada dalam buku ‘’60 Menit Terapi Shalat Bahagia’’. Pada doa
dalam buku PTSB hanya boleh dilakukan di dalam hati, tidak boleh diucapkan
langsung oleh mulut karena dapat membatalkan shalat.
1.
Berdiri
: Dengan kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman) dalam
posisi ini ditekankan pada renungan rasa syukur, nikmat dan iman. Disini kita
minta diberi bimbingan untuk tetap berjalan di jalan yang benar. Untuk
tambahan, diselipkan juga terima kasih atas nikmat yang diberikan selama hidup
yang sudah tertulis di kertas, tulisan tersebut dapat dibaca/disampaikan pada
posisi ini.
2.
Rukuk
: Kata kuncinya adalah TURUT (Tunduk, Menurut) posisi ini Prof. Ali
menekankan bahwa kita harus benar-benar dalam keadaan yang tunduk dan tidak
takut mati, disini bukanlah meminta untuk mati namun rasa tidak takut mati
karena Allah SWT. karena Ia lah sang pemberi kehidupan yang mengatur kapan kita
hidup dan mati. Dalam TURUT merenungkan tentang pengampunan dosa, masalah, dan
harapan bahwa Allah SWT. tidak akan meninggalkan umatnya dan pasti akan
menolong. Dengan rasa pasrah menyerahkan semua masalah, kita harus berada dalam
rasa ikhlas saat Allah memberikan keputusan apapun. Dalam posisi rukuk, kita
hanyalah umat Allah yang rendah, bukan orang yang terhormat, kaya atau penting.
Di hadapan-Nya hanyalah makhluk yang rendah.
3.
I’tidal
: Dengan kata kunci HADIR (Hak pujian, Takdir) Dalam HADIR renungan yang
terdapat di dalamnya pujian kepada Allah, percaya bahwa takdir adalah kehendak
Allah dan kita sebagai umatnya hanya dapat ridla dan ikhlas. Dan terhindar dari
rasa ingin dihormati, dan mengharap kesabaran atas masalah di hidup.
4.
Sujud
: Dengan kata kunci MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan raga) dalam posisi
sujud, posisi ini adalah yang paling emosional karena kita sebagai umat muslim
benar-benar rendah di hadapan Allah. Renungan dalam posisi ini adalah memohon
pengampunan atas dosa diri sendiri, bapak-ibu dan keluarga lainnya. Serta
memohon agar disinari hari, lidah, mata, dan telingga agar selalu berbuat baik.
Dalam posisi ini juga dapat ditambah dengan cerita masalah-masalah pribadi
kepada Allah dengan berharap pertolongannya.
5.
Duduk Antara Dua Sujud
: AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman) sebagai kata kunci untu
renungan dalam posisi ini. Memohon ampunan, kasih sayang, sejahtera, dan
keimanan kepada Allah SWT, memohon agar diberi rezeki dan sabar dalam
menghadapi apapun cobaan yang diberikan.
6.
Tasyahud
: SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakal), berdoa agar diberi kekuatan
untuk senantiasa dapat menyontoh akhlak Nabi Muhammad SAW. bersaksi bahwa tiada
Tuhan selain Allah SWT. Disini kita menyerahkan hidup dan mati, sehat dan
sakit, kaya dan miskin dan persoalan kepada-Nya. Dalam posisi ini juga dapat
ditambahkan renungan dari posisi rukuk serta beberapa masalah dan harapan.
Dalam
PTSB mahasiswa/i diberi pemahaman bagaimana cara shalat yang benar-benar
seperti waktu seorang umat yang menghadap ke Allah SWT. dengan memasrahkan
segala urusan, masalah, maupun penyakit kepada-Nya agar dapat dibantu untuk
mengatasinya. Dan kata kunci yang berbentuk singkatan tersebut mempermudah
untuk dihafalkan inti dari renungan setiap posisi saat shalat.
Setelah mempelajari lewat teori, mahasiswa/i diarahkan
untuk praktik langsung Terapi Shalat Bahagia dengan membentuk shaf masing-masing laki-laki dan perempuan di
tempat. Dengan urut melakukan tahapan-tahapan shalat beserta doa dan renungan
sambil membawa buku panduan untuk yang pertama kali, sedangkan untuk percobaan
praktik yang kedua diminta untuk mencoba tidak melihat buku panduan.
Melakukannya bersama-sama membuatnya lebih menyenangkan, kiita dituntun untuk
mempraktikkan mulai dari SUBHAN, TURUT, HADIR, MASJID, AKSI, dan SOSIAL.
Setelah pembelajaran teori dan praktik, dalam PTSB ini
juga diadakan renungan dimana mahasiswa/i diberi kata-kata tentang kehidupan
dan tidak sedikit dari mereka yang mulai menangis saat membicarakan tentang
keluarganya. Dimaksudkan agar mahasiswa/i ini mendapatkan semangat untuk lebih
berprestasi di perkuliahan sebab orang tua mereka sangat bekerja keras demi pendidikan
anak-anaknya.
Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag mengatakan untuk menerapkan
Terapi Shalat Bahagia tidak mungkin langsung dapat mempraktikkan semuanya,
karena pasti ada proses. Beliau mengatakan tidak apa-apa untuk belajar secara
pelan-pelan dan bertahap, dengan cara mencicil satu tahapan, dengan menghafalkan
renungan dalam satu tahapan, setelah hafal, boleh dilanjutkan dengan
tahapan-tahapan lain hingga hafal semua tahapan dan renungannya. Beliau
memberikan saran kepada mahasiswa/i untuk lebih mudah menghafalkan yaitu dengan
cara membawa kertas fotocopy untuk dibawa kemana-mana, untuk dibaca agar
lebih cepat hafal.
Saat mengikuti PTSB ini memberikan banyak pengalaman
berharga yang belum didapatkan, PTSB ini adalah kesempatan yang tidak datang
dua kali, dan sangatlah jarang karena dipandu langsung oleh Prof. Dr. M. Ali
Aziz, M.Ag ketika di luar sana mengikutinya harus membayar, kita sebagai
mahasiwa/i beliau tidak dipungut biaya karena kita rasa beliau ingin membimbing
anak didiknya agar melakukan shalat dengan bahagia. Mungkin dalam kehidupan
tidak semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan kita secara
tidak sadar mengeluh atas apa yang terjadi dalam hidup kita. Namun, itu adalah
hal yang kurang tepat, karena sejatinya masalah atau cobaan yang menimpa setiap
manusia itu sudah diatur oleh Allah dan Ia-lah yang tau terbaik bagi umatnya.
Pernahkan kita mengalami masalah yang tidak pernah putus
dan selalu membelit kita sehingga menimbulkan penyakit baik penyakit hati
maupun fisik? Dengan PTSB ini kita diajari untuk tidak mengeluh atas masalah
atau cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. namun bercerita kepada Allah atas
itu dengan cara shalat. Dengan cara
shalat dan menambah dengan renungan-renungan yang ditulis di buku ‘’Terapi
Shalat Bahagia’’ kita merasa lebih dekat dan berkomunikasi baik dengan sang
pencipta.
![]() |
| E3 Prodi Ilmu Komunikasi bersama Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag dan Tim Dosen |
Setelah acara selesai terdapat sesi foto untuk mengenang
hari ini yang telah diselenggarakan PTSB dengan Prof. Dr. M. Ali Aziz, M.Ag
serta tim dosen yaitu Ati’ Nusyafa’ah M.Kom.I dan Baiti Rahmawati S.Kom.I .
dengan ini berakhirlah PTSB (Pendalaman Terapi Shalat Bahagia).
Ditulis Oleh : ALFIARANY CHOIRUN NISA (B95219085)
ILMU KOMUNIKASI / E3

